Wisata Luar Angkasa Bikin Mereka Rela Habiskan Rp 4,4 Miliar

TMDLS.net, Jakarta – Wisata luar angkasa ditawarkan oleh sejumlah perusahaan, semisal SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin kepunyaan Jeff Bezos.

Wisata luar angkasa tentu membutuhkan biaya mahal. Rata-rata, setiap perusahaan mematok harga USD 300 ribu atau sekitar Rp 4,4 miliar per orang.

Sharon Hagle harus menunggu lebih dari 60 tahun untuk bisa pergi ke suborbital. Pada 1961, ketika kelas enam, ia duduk terpaku sambil mendengarkan radio.

Hagle mendengarkan berita dari radio bahwa Alan Shepard menjadi astronot pertama asal Amerika Serikat yang berhasil melakukan perjalanan ke luar angkasa.

BACA JUGA:

Tapi, tahun ini, tepatnya 31 Maret 2022, ia meniru pahlawan Shepard dengan duduk di New Shepard 4, penerbangan NS-20, sebagai bagian dari misi kru keempat.

Hagle mengikuti program roket Blue Origin milik Jeff Bezos. “Saya mencubit bagian tubuh sendiri. Saya memastikan diri tidak sedang melamun,” kata Hagle.

“Anda diikat, lantas mendengar hitungan mundur. ‘Tiga, dua, satu… lepas landas!’ Lalu, deru mesin memekakkan telinga dan kursi Anda bergemuruh,” imbuhnya.

“Saat Anda perlahan-lahan terangkat, seluruh kabin berubah warna menjadi merah karena pantulan mesin yang menyala,” sambung Hagledengan berapi-api.

“Prosesnya seperti gerakan lambat beberapa detik, kemudian pow! Anda mulai menarik kekuatan gravitasi dan Bumi menghilang di belakang,” ungkap Hagle.

Hagle kini berusia 73 tahun, pendiri SpaceKids Global, sebuah organisasi nirlaba yang misinya adalah menginspirasi anak-anak untuk unggul dalam sains dan teknologi.

Ia ke luar angkasa dengan sang suami, Marc (74). Hagle dan Marc merupakan pasangan suami-istri pertama yang melakukan penerbangan wisata luar angkasa komersial.

Selain Blue Origin, SpaceX milik Musk dan Virgin Galactic milik Richard Branson berlomba-lomba untuk menawarkan paket perjalanan menarik ke ruang angkasa.

Ron Rosano (64) adalah manajer properti dari Pantai Muir, California, AS. Ia sudah punya rencana untuk dua kali ke luar angkasa pakai Virgin Galactic dan Blue Origin.

“Apa yang menarik bagi saya adalah bahwa selama beberapa tahun ke depan orang-orang akan berkesempatan untuk melihat Bumi dari luar angkasa,” kata Rosano.

Asal tahu saja, Rosano menjadi tuan rumah Galactic Unite Spacechats, mengumpulkan siswa dari seluruh dunia secara online untuk berbicara tentang luar angkasa.

Ketika mendapat lampu hijau, Rosano akan memulai penerbangan suborbital sejauh lebih dari 60 mil ke luar angkasa, melewati garis Kármán, dan melihat wujud asli Bumi.

Menghabiskan uang Rp 4,4 miliar, ia didorong dengan kecepatan lebih dari 2.200 mph, menghadapi gaya gravitasi hingga enam kali serta tanpa bobot untuk ke luar angkasa.

BACA JUGA:

“Tidak ada pantulan bintang. Tidak ada cahaya. Warnanya hitam saja. Yang palin menarik, melihat Bumi dari luar angkasa mengubah pemikiran Anda,” lanjut Hagle lagi.

Wisata luar angkasa di Blue Origin tidak memakan waktu lebih dari 11 menit sejak lepas landas hingga akhirnya mendarat di situs peluncuran perusahaan di Texas Barat. [SN/HBS]

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.