Siapakah Peradaban Tertua di Dunia? Sumeria atau Mesir Kuno?

TMDLS.net, Jakarta – Peradaban tertua di dunia menjadi tanda tanya seiring berbagai penemuan baru. Bangsa Sumeria pernah dianggap sebagai yang paling tua.

Peradaban tertua di dunia kemudian berubah setelah penemuan Mesir Kuno. Sekarang, tidak lagi terhitung berapa jumlah peradaban yang ada di Bumi ini.

Sekitar 30 tahun lalu, pertanyaan mengenai bangsa tertua tampaknya memiliki jawaban langsung. Lebih kurang 4000 SM, fase awal budaya Sumeria muncul.

Sumeria jadi peradaban tertua di wilayah Mesopotamia, di tempat yang kini sebagian besar adalah Irak. Bangsa Sumeria dinamai sesuai kota kuno Sumeria.

BACA JUGA:

Sumeria terletak beberapa mil di selatan kota modern Kut, di Irak timur. Para arkeolog menyebut bahwa fase Sumeria paling awal sebagai periode Uruk.

Hal tersebut terjadi setelah kota Uruk yang sama kunonya sekitar 50 mil (80 kilometer) di barat daya, tempat banyak artefak Sumeria tertua berhasil ditemukan.

Tetapi, bukti yang ditemukan dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa bangsa Sumeria mempunyai beberapa pesaing, termasuk Mesir kuno.

Definisi tentang apa yang membuat sebuah peradaban tidaklah jelas. Tetapi, secara umum, sebuah budaya harus mencapai keunggulan, terutama urbanisme.

Urbanisme meliputi kota,  irigasi, dan tulisan. Bngsa Sumeria memiliki ketiganya. Setelah 2000 SM, peradaban Sumeria mengarah ke peradaban Babilonia.

Babilonia di Mesopotamia, demikian dinamakan, yang dikreditkan dengan menemukan kebenaran matematika seperti trigonometri, bilangan prima, kuadrat.

Bangsa Sumeria mungkin juga menciptakan agama dengan membangun kuil-kuil yang menjulang tinggi yang disebut ziggurats di kota-kota. Pun kasta imam.

Menurut sejarawan Samuel Noah Kramer, dilansir Live Science, Dewa mana yang terkuat di panteon Sumeria yang luas tergantung kepada tempat dan waktu.

Dewa langit Anu, misalnya, populer di Uruk awal, sedangkan dewa badai Enlil disembah di Sumeria. Inanna,Ratu Surga, awalnya adalah dewi kesuburan di Uruk.

Pemujaannya menyebar ke kota-kota Mesopotamia lainnya, di mana ia dikenal sebagai Ishtar, dan mungkin telah memengaruhi dewi peradaban selanjutnya.

TMDLS kutip pada Rabu (14/9/2022), beberapa ahli berpendapat bahwa peradaban lain kemungkinan setua atau bahkan lebih tua daripada peradaban Sumeria.

“Saya akan mengatakan bahwa Mesir dan Sumeria adalah kontemporer,” kata Philip Jones, kurator asosiasi dan koleksi di bagian Babilonia di Penn Museum.

Puluhan tahun perang dan kerusuhan di Irak membuat para arkeolog tidak dapat mengakses banyak situs Mesopotamia, tetapi para ahli Mesir Kuno menggali,.

Hasilnya, para arkeolog di Mesir menemukan tulisan-tulisan sedini tulisan-tulisan paling awal dari Sumeria, menunjukkan fase tertua peradaban Mesir kuno.

Fase tersebut muncul kira-kira pada waktu yang sama dengan fase awal peradaban Sumeria. Namun, kemungkinan lain lagi adalah peradaban Lembah Indus.

Peradaban itu muncul di bagian yang sekarang disebut Afghanistan, Pakistan, dan India barat laut, dan berasal dari setidaknya 3300 SM, menurut artefak.

“Kita mungkin menemukan barang-barang sangat awal di Lembah Indus,” kata Jones. “Tidak akan mengejutkan jika menggali sesuatu sama awal,” ucapnya.

Jones menduga bahwa perdagangan awal di sepanjang tepi Samudra Hindia membantu peradaban paling awal ini. Ia meyakini mengenai misteri hal tersebut.

Mesir di samping Laut Merah, Sumeria di ujung utara Teluk Persia, dan peradaban Lembah Indus lebih jauh ke timur, berkembang dari orang pra-beradab.

Mereka tinggal di sana sebelum membawa sumber daya dan ide-ide dari lebih jauh. “Mungkin ada beberapa jaringan perdagangan di Samudra Hindia,” katanya. [SN/HBS]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.