Makanan Cetak 3D Bisa Jadi Sumber Protein Alternatif

TMDLS.net, Jakarta – Makanan cetak 3D bisa memupus kekhawatiran tentang krisis pasokan makanan pada masa depan. Tim akademisi Singapura coba memecahkan problem itu.

Makanan cetak 3D akan mencukupi tingginya kebutuhan kita terhadap santapan berprotein tinggi seiring peningkatan emisi gas rumah kaca dan penggunaan lahan serta air.

Padahal, manusia yang semakin bertambah usia serta kenaikan populasi dunia secara pasti mengikis stok sumber protein. Kehadiran makanan hasil cetak 3D menjadi solusinya.

Saat ini, orang-orang mulai menggunakan sumber protein alternatif yang berasal dari tanaman, ganggang, dan serangga di beberapa wilayah Afrika, Asia,dan Amerika Selatan.

BACA JUGA:

Namun, beberapa orang mungkin merasa aneh memakan hal-hal seperti ganggang dan serangga. Untuk membuatnya lebih menarik, tim peneliti mengembangkan metode baru.

Untuk memodifikasi rasa, TMDLS kutip dari Gadgets360, Senin (8/8/2022), mereka mencampur jangkrik atau larva dengan sayuran yang sering dikonsumsi seperti wortel.

Untuk memasukkan protein alternatif secara efektif ke dalam tinta makanan, para peneliti dari berbagai lembaga resmi melakukan kerja sama guna menggarap proyek.

Para peneliti merupakan perwakilan dari Universitas Teknologi dan Desain Singapura, Rumah Sakit Khoo Teck Puat Singapura, dan Universitas Sains dan Teknologi Elektronik China.

Dengan membatasi jumlah percobaan, tim studi meminimalkan waktu dan sumber daya sambil mengoptimalkan tinta protein. Profesor Chua Chee Kai coba menjelaskannya.

Rekan penulis Universitas Teknologi dan Desain Singapura tersebut mengatakan, bagi banyak orang, tampilan dan rasa dari protein alternatif semacam itu mungkin mengganggu.

Kai menambahkan, pencetakan makanan 3D bisa mengubah cara makanan disajikan dan melampaui batasan konsumen. Misalnya, untuk memberikan rasa yang lebih dikenal.

Makanan khas seperti wortel dapat dikombinasikan dengan protein alternatif seperti jangkrik. Pencetak makanan tiga dimensi bisa menghasilkan hidangan estetis dan lezat.

Tim peneliti mengoptimalkan komposisi tinta protein dengan tiga variabel, yakni bubuk wortel, protein, dan permen karet, memakai pendekatan desain komposit pusat.

Selain rasa, nutrisi, dan warna, bubuk wortel membantu memberikan tinta yang digunakan untuk menciptakan kekuatan mekanik. Ada pula eksperimen dengan protein berbeda.

BACA JUGA:

Protein tersebut meliputi sericin, kedelai, spirulina, jangkrik, dan larva lalat. Tinta dikembangkan secara eksperimental dan diuji untuk kemampuan cetak dan sineresis 3D.

“Protein alternatif dapat menggantikan protein hewani sebagai sumber utama protein yang dikonsumsi oleh manusia,” demikian menurut Prof Yi Zhang, peneliti utama. [SN/HBS]

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.