Inilah Para Kandidat Astronot ESA untuk Misi Artemis II

TMDLS.net, Jakarta –  European Space Agency (ESA) atau Badan Antariksa Eropa telah mengumumkan tim yang terdiri atas tujuh astronot untuk berlatih misi Artemis II NASA ke Bulan.

Dari tujuh astronot ESA dalam misi Artemis II tersebut, hanya akan ada satu yang berkesempatan untuk menjadi orang Eropa pertama yang berjalan di permukaan Bulan.

Tujuh kandidat astronot tersebut adalah, Thomas Pesquet dari Prancis, Tim Peake dari Inggris, Alexander Gerst dan Matthias Maurer dari Jerman, Luca Parmitano dan Samantha Cristoforetti dari Italia, dan Andreas Mogensen dari Denmark.

Ketujuh astronot pilihan ESA itu semuanya tercatat sudah pernah menyelesaikan setidaknya satu misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

BACA JUGA:

Di antara mereka, tim memiliki waktu yang setara dengan 4,5 tahun di orbit dan 98 jam berjalan di luar angkasa, kata kepala komunikasi ESA Philippe Willekens kepada wartawan di Kongres Astronautika Internasional di Paris.

Willekens menerangkan bahwa tiga astronot akan dipilih untuk pergi ke Lunar Gateway, stasiun yang akan mengorbit Bulan. Tetapi, hanya satu orang yang akan menginjakkan kaki di Bulan. ESA harus memutuskan dari tujuh kandidat yang akan dipilih.

“Kami semua kandidat dan yang penting adalah pergi ke sana sebagai sebuah tim,” kata Thomas Pesquet, astronot asal Prancis kepada wartawan dalam acara di Paris, seperti TMDLS kutip dari Gadgets360, Kamis (22/9/2022).

Pada kesempatan tersebut, Pesquet, Gerst, Maurer, dan Parmitano hadir dengan mengenakan kaus polo warna biru gelap dengan logo ESA dan Artemis. “Lihat, kita semua memakai baju yang sama,” tambah Pesquet.

Sementara Samantha Cristoforetti harus melakukan panggilan video dari luar angkasa karena berada di ISS, setelah menjadi wanita Eropa pertama yang ada di luar stasiun sejak bulan Juli. Mogensen juga berbicara melalui video saat dia mempersiapkan turnya sendiri di atas ISS.

Peluncuran misi Artemis pertama, yang tidak berawak dan bertujuan untuk menguji sistem roket baru dan kapsul Orion, telah tertunda beberapa kali karena gangguan teknis. Terakhir, peluncuran ditunda akibat adanya kebocoran bahan bakar.

NASA sendiri menargetkan 27 September 2022 sebagai tanggal peluncuran misi Artemis pertama. Misi berikutnya, Artemis II, akan membawa astronot ke Bulan tanpa mendarat di permukaan, lalu misi ketiga bakal dilakukan tiga tahun lagi atau pada 2025.

“Selama dekade ini, tiga astronot ESA akan terbang ke Lunar Gateway, stasiun permanen kami yang dibangun di sekitar Bulan,” kata David Parker, Direktur eksplorasi manusia dan robot ESA kepada AFP.

“Dan jika semuanya berjalan dengan baik, pada akhir dekade ini kami akan siap mengirim astronot Eropa pertama ke bulan,” tambahnya.

Menurut Pesquet, bahwa menempatkan orang Eropa di bulan akan menjadi sesuatu yang menginspirasi Eropa. Hal itu juga akan menjadi sinyal kuat untuk mengatakan bahwa ‘di sinilah kita, mengambil tempat di dunia luar angkasa, dengan cara yang kooperatif’.

BACA JUGA:

“Dengan seorang Eropa di bulan, saya berharap Eropa yang bersatu akan menjadi kenyataan seperti sekarang ini,” kata Maurer.

Meskipun perpecahan yang mendalam antara Rusia dan Barat atas perang Moskow di Ukraina, pada hari Rabu seorang astronot AS dan dua kosmonot Rusia meluncur ke ISS dengan penerbangan yang dioperasikan Rusia. [SN/HBS]

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.