Erupsi Gunung Berapi Ini Bakal Lemahkan Lapisan Ozon

by -1 views

TMDLS.net, Jakarta – Letusan dahsyat gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai di Tonga pada 15 Januari 2022, “menyuntikkan” jumlah air yang belum pernah terjadi sebelumnya langsung ke stratosfer, setara lebih dari 58.000 kolam renang ukuran Olimpic.

Erupsi gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha’apai melepaskan “air aneh” dalam jumlah cukup untuk mengisi lebih dari 58.000 kolam renang ukuran Olimpiade.

“Jujur, kami belum pernah melihat fenomena yang seperti itu,” terang Luis Millán, seorang ilmuwan atmosfer yang bekerja di Jet Propulsion Laboratory NASA.

Ketika gunung berapi meletus, air laut bersentuhan langsung dengan lahar dan menjadi sangat panas. Kondis tersebut kemudian menciptakan “uap eksplosif”.

BACA JUGA:

Dilansir New York Post, ilmuwan NASA mengatakan, uap itu akan bertahan selama bertahun-tahun dan  kemungkinan memengaruhi suhu rata-rata global Bumi.

Biasanya uap membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun untuk menghilang. Namun, air dari letusan 15 Januari 2022 bisa memakan waktu 5-10 tahun untuk menguap.

Hunga Tonga-Hunga Ha’apai mungkin erupsi gunung berapi pertama berdampak kepada iklim, bukan lewat pendinginan permukaan disebabkan aerosol sulfat vulkanik.

“Berdampak kepada iklim bukan lewat pendinginan permukaan disebabkan aerosol sulfat vulkanik, melainkan pemanasan permukaan,” demikian hipotesis Millán.

Millán memimpin penelitian jumlah uap air yang disuntikkan gunung berapi ke stratosfer, lapisan atmosfer sekitar 12-53 kilometer di atas permukaan Bumi.

Millán dan rekan menemukan bahwa gunung berapi Tonga mengirimkan sekitar 146 tetragram (1 tetragram sama dengan satu triliun gram) uap air ke stratosfer Bumi.

Jumlah air yang diluncurkan di stratosfer sama dengan 10 persen dari air yang sudah ada di lapisan atmosfer. Penelitian mereka dipublikasikan di Geophysical Research Letters.

TMDLS kutip pada Jumat (5/8/2022), letusan itu berasal dari gunung berapi yang lebarnya lebih dari 12 mil. Sehari sebelum letusan besar, gunung berapi itu terus meletus.

BACA JUGA:

Millán dan rekan melaporkan bahwa gunung berapi Tonga mengirimkan material berupa gumpalan abu, uap, dan gas selebar 3 mil yang naik ke ketinggian 35 mil ke atmosfer.

Para peneliti juga mencatat bagaimana uap air dapat melemahkan lapisan ozon yang melindungi seluruh kehidupan di Bumi dari radiasi Matahari yang bersifat merusak.

Penulis mengatakan, masih terlalu dini untuk memprediksi efek iklim yang tepat dari letusan Tonga. “Penting untuk terus memantau gas vulkanik dari letusan itu,” tutupnya. [SN/HBS]